Kewirahusaan P5 kegiatan 1 SMP 2 Dawe
Pengertian Kewirausahaan: Konsep,
Tujuan, Sifat dan Jenis Wirausaha
Pengertian Kewirausahaan –
Siang itu matahari bersinar sangat terik. Meski begitu, tidak menyurutkan
semangat kakek ini berjualan. Ia menjual aneka minuman, baik panas maupun
dingin. Hanya dengan merogoh kocek mulai 2000 rupiah, hingga 3500 rupiah, kita
sudah dapat menikmati minuman menyegarkan yang dijual oleh kakek tersebut.
Kakek berjualan minuman ini, untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga si kakek.
Bacaan
di atas, menceritakan sebuah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seorang
kakek. Disebut sebagai apakah kegiatan ini?
Kakek
ini melakukan sebuah usaha mandiri alias berdagang, guna mencukupi kebutuhan
sehari-harinya. Kegiatan yang dilakukan oleh kakek ini adalah kegiatan
wirausaha atau bisa juga disebuat dengan kewirasusahaan.
Pengertian Kewirausahaan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata wirausaha merupakan gabungan dari dua kata yang
masing-masing memiliki arti, wira dapat diartikan sebagai pahlawan atau laki-laki,
sedangkan kata usaha merupakan sebuah kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan
pikiran untuk mencapai suatu maksud.
Kegiatan
yang dilakukan kakek pada cerita di atas, memiliki maksud untuk mencukupi
kebutuhan rumah tangga si kakek tersebut. Karena jika kakek ini tidak bekerja,
mungkin kebutuhan keluarganya tidak dapat tercukupi.
Maka
kata wirausaha, dapat diartikan sebagai seorang yang melakukan sesuatu dengan
segala kemampuannya untuk mencapai maksud tertentu.
Pada perjalanannya, kegiatan wirausaha berkembang menjadi
kewirausahaan, istilah kewirausahaan merupakan padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa Inggris.
Sebelum dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris, kata entrepreneurship sendiri berasal dari kata
berbahasa Perancis, yaitu entreprende yang
memiliki arti petualang, pencipta, dan pengelola usaha.
Sementara itu, pengertian kewirausahaan adalah suatu
usaha untuk menentukan, mengembangkan, kemudian menggabungkan inovasi,
kesempatan, dan cara yang lebih baik agar memiliki nilai yang lebih dalam
kehidupan.
Pada
buku berjudul Kewirausahaan dari Hery, S.E, M.SI, CRP., RSA, CFRM. dijelaskan
mengenai dalam mengembangkan kewirausahaan maupun wirausaha sendiri, seorang
wirausahawan harus dapat berani untuk mengambil resiko demi memperoleh keuntungan.
Jika Grameds tertarik untuk membeli buku ini, klik “beli buku yang ada di bawah
ini”.
Kewirausahaan
dan wirausaha sendiri merupakan sebuah upaya yang melibatkan sumber daya
lainnya seperti sumber daya alam, modal dan teknologi, sehingga dapat menciptakan
kekayaan dan kemakmuran melalui penciptaan lapangan kerja, penghasilan dan
produk yang diperlukan masyarakat. Namun teori mengenai kewirausahaan sendiri
banyak berkembang, dan memiliki arti masing-masing menurut para ahli.
Pengertian Kewirausahaan
Menurut Para Ahli
Berikut ini adalah beberapa pengertian
kewirausahaan menurut para Ahli :
1. Menurut Richard
Cantillon (1775)
Kewirausahaan
sebagai pekerjaan itu sendiri (wirausaha). Seorang pengusaha membeli barang
saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan
harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana
seseorang beresiko atau ketidakpastian.
2. Menurut Thomas W.
Zimmerer
Kewirausahaan
adalah penerapan inovasi dan kreativitas untuk memecahkan masalah dan
memanfaatkan peluang yang orang lain hadapi setiap hari.
3. Menurut Norman M.
Scarborough dan Thomas W. Zimmerer
Kewirausahaan
adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan
seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan,
kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan
pribadinya.
Dalam
menjalankan ataupun menciptakan suatu usaha, seorang wirausahawan wajib
memiliki bekal pengetahuan yang cukup, agar usaha yang dijalankannya berjalan
lancar, dan mampu mengatasi permasalahan yang muncul pada saat usaha ini
berjalan.
Di masa
pandemi ini, sangat dibutuhkan cara berpikir yang strategis. Pola berpikir
seperti ini diperlukan, agar seorang wirausahawan mampu beradaptasi dengan kondisi-kondisi
yang muncul akibat wabah Covid-19 ini. Salah satu bekal yang harus dimiliki
seorang wirausaha adalah konsep dasar mengenai kewirausahaan.
Konsep Kewirausahaan
5
konsep dasar dalam kewirausahaan yang wajib Gramedians ketahui adalah sebagai
berikut.
1. Kelincahan / Agility
Kelincahan atau agility, merupakan
kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat
pada waktu ia bergerak tanpa kehilangan keseimbangan, sehingga dapat
beradaptasi dan bertahan dengan segala perubahan zaman.
Kelincahan
ini berkaitan erat antara kecepatan dan kemampuan belajar terhadap hal yang
baru. Pandemi yang datang secara tiba-tiba seolah-olah mempercepat kebiasaan
hidup kita. Dari sisi wirausaha, seseorang dituntut untuk lincah merespon
kondisi ini, baik secara strategi, hasil, dan pasar.
2. Daya Tahan (Eundurance)
Daya tahan atau endurance menyatakan
keadaan yang menekankan pada kapasitas kerja secara terus menerus. Banyak
sekali sektor ekonomi gulung tikar di masa pandemi ini. Imunitas pada diri
pribadi, maupun perusahaan, terdampak oleh pandemi.
Daya
tahan sangat dipengaruhi oleh kelancaran produksi, dan penjualan. Jika produk
yang dihasilkan masih dibutuhkan banyak konsumen di masa pandemi ini, dengan
sendirinya pemasukan perusahaan akan mengalir terus. Hanya mereka yang memiliki
daya tahan tinggi, bisa lolos dari ujian.
3. Kecepatan
Kecepatan
adalah kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan berkesinambungan dalam waktu
sesingkat-singkatnya. Seorang wirausaha, harus memiliki kecepatan dalam berinovasi
untuk melesat maju untuk menjawab tantangan pasar dan secepat apa seorang
wirausahawan mampu melaju melebihi pesaingnya.
4. Kelenturan
Kelenturan
adalah seseorang yang mampu menyesuaikan kehidupan dimanapun tempatnya.
Kelenturan menjadi salah satu faktor yang diperlukan dalam beradaptasi. Seorang
wirausahawan, diharapkan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Dimanapun
tempatnya, mampu memaksimalkan potensi ruang yang ada, untuk melakukan proses
usaha, tanpa harus mengeluh dengan kondisi tempat yang ada.
5. Kekuatan
Kekuatan
atau strength, yaitu suatu kemampuan kondisi fisik manusia yang diperlukan
dalam peningkatan prestasi belajar gerak. Kekuatan merupakan salah satu unsur
kondisi fisik yang sangat penting dalam merespon kegiatan kewirausahaan, karena
dapat membantu meningkatkan fungsi komponen-komponen seperti kecepatan,
kelincahan dan ketepatan.
Mau
jadi yang terdepan atau mampu bertahan dalam pandemi, jika memiliki semua unsur
ini dalam diri seorang pelaku usaha, maka akan sangat besar kemungkinan untuk
bertahan dan memajukan dirinya.
Bagi Grameds yang ingin memahami lebih dalam mengenai berbagai
konsep kewirausahaan, buku Kewirausahaan yang ditulis oleh Po Abas
Sunarya menguraikan mengenai konsep-konsep yang ada di dalam
kewirausahaan, proses menuju kewirausahaan, dan masih banyak lagi.
Manfaat Kewirausahaan
Banyaknya
orang yang ingin menjadi wirausahawan disebabkan karena kewirausahaan itu
sendiri memiliki beberapa manfaat, diantaranya?
1. Membuka Lapangan Kerja
Baru
Ketika
seseorang sudah memiliki sebuah usaha yang cukup besar, maka untuk memajukannya
dibutuhkan karyawan tambahan agar dapat memenuhi pesanan. Oleh sebab itu,
dengan kewirausahaan bisa membuka lapangan kerja baru, sehingga dapat membantu
menyejahterakan masyrakat.
2. Berperan dalam
Pertumbuhan Ekonomi
Kewirausahaan
akan selalu berkaitan dengan ekonomi, maka ketika sudah berwirausaha, maka
secara langsung sudah berperan dalam pertumbuhan ekonomi, baik itu dalam skala
daerah atau nasional.
3. Bisa Memiliki Usaha
Sesuai Bidang yang Disuka
Bekerja
sesuai dengan bidang yang disuka pastinya akan sangat senang dan mendapatkan
penghasilan. Dengan berwirausaha, maka bidang yang disukai bisa menjadi sebuah
usaha, seperti seseorang yang suka masak bisa memiliki warung makan.
4. Mengetahui Hal-Hal
yang Sedang Trend
Manfaat berikutnya dari kewirausahaan adalah bisa mengetahui
hal-hal yang sedang trend, sehingga
tidak ketinggalan informasi terbaru. Terlebih lagi, sebuah usaha akan bisa
terus berkembang, jika secara terus menerus ikut trend yang
sedang terjadi.
Karakteristik
Kewirausahaan
Untuk
menjadi seorang wirausaha, maka kita harus memiliki karakteristik
kewirausahaan. Karakteristik ini sangat diperlukan karena akan memudahkan
seseorang dalam mewujudkan usaha yang akan dibangunnya. Karakteristik wirausaha
sebagai berikut:
1. Disiplin
Karateristik
wirausaha yang pertama adalah disiplin. Dalam hal ini, disiplin bisa berarti
sebagai suatu motivasi agar dapat menjalankan usaha dengan maksimal. Adapun
contoh dari karakteristik disiplin, seperti pandai mengatur waktu, mampu
membuat target, dan sebagainya.
2. Jujur
Jujur
merupakan salah satu karakteristik wirausaha yang harus dimiliki. Hal ini
dikarenakan dengan sifat jujur, maka akan membuat banyak konsumen tertarik
untuk membeli suatu produk yang diperjualbelikan.
3. Mandiri
Sudah
menjadi hal umum apabila dalam menjalankan usaha harus bisa mengambil keputusan
dengan cepat. Oleh karena itu, kamu perlu memiliki karakteristik mandiri agar
tidak terlalu bergantung dengan orang lain dalam mengambil keputusan.
4. Inovatif
Perkembangan
zaman akan terus berubah, sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen akan ikut
berubah juga. Maka dari itu, seorang wirausaha harus memiliki jiwa inovatif
agar produk yang dibuatnya terus disukai oleh konsumen.
5. Memiliki Komitmen yang
Tinggi
Suatu
usaha akan sulit untuk mengalami perkembangan apabila tidak adanya komitmen
tinggi. Maka dari itu, seorang wirausaha perlu memiliki komitmen tinggi dalam
mengembangkan usahanya. Dengan begitu, usaha yang dikembangkan akan mampu bersaing
dengan kompetitor.
Tujuan Kewirausahaan
Dalam
memainkan usaha, ketika seorang wirausahawan membuat perencanaan, pasti
memiliki tujuan. Besar ataupun kecil, kegiatan kewirausahaan ini berdampak pada
kehidupan. Untuk lebih jelasnya, yuk simak beberapa tujuan kewirausahaan.
1. Mendukung Munculnya
Usaha-usaha Kecil
Suatu
kegiatan kewirausahaan yang muncul, pasti melibatkan banyak orang untuk
mendukung berjalannya suatu usaha. Keterlibatan sumber daya manusia ini, boleh
diakui secara langsung atau tidak, akan membentuk karakter-karakter baru
sebagai pelaku usaha.
Di masa
pandemi ini, banyak sektor ekonomi berhenti, akibatnya banyak sumber daya
manusia kehilangan sumber pendapatan. Saat ini, yang dibutuhkan adalah sebuah
kegiatan kewirausahaan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Jika kegiatan
ekonomi kerakyatan ini didukung penuh, maka lapangan pekerjaan baru akan
terbuka, dan perekonomian masyarakat juga terbantu.
2. Kesejahteraan
Masyarakat Terangkat
Lesunya
perekonomian akibat pandemi, berakibat pada meningkatnya angka kemiskinan dalam
masyarakat. Namun masih adanya beberapa kegiatan ekonomi yang berjalan,
diharapkan mampu memberikan sokongan bagi perekonomian nasional.
Dengan
berbekal konsep kewirausahaan yang kuat, maka inovasi baru akan muncul, dengan
demikian, ruang-ruang usaha baru akan muncul, sehingga menekan angka
pengangguran.
3. Menumbuhkan Semangat
Berinovasi
Ketika
seseorang dalam kondisi suatu tekanan tertentu, kadangkala akan memicu semangat
berpikir yang berbeda dengan sebelumnya. Tidak jarang, inovasi-inovasi baru
akan muncul dari kondisi yang semacam ini. Maka, jika dimaknai dengang sikap
yang positif, pandemi ini juga memiliki peran, membentuk pribadi seseorang
untuk maju.
Dalam
kewirausahaan juga kita harus memiliki jiwa semangat, mau serta mampu untuk
mengerjakan pekerjaan yang sulit dan juga penuh resiko, dan mengandalkan
kemampuan sendiri dalam mengambil keputusan yang tepat. Melalui buku berjudul
Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan oleh Rachmat Hidayat, Grameds akan diajarkan
berbagai cara agar semangat dalam diri tersebut tidak padam.
Sifat Kewirausahaan
Dalam
usaha, pasti ada pasang dan surut, ada sukses dan gagal. Agar sebuah usaha
dapat bertahan, bahkan berkembang, dan berdampak, maka seorang wirausahawan
harus mempunyai sifat kewirausahaan baik.
Seorang
ahli ekonomi bernama McClelland menyebutkan bahwa, seorang wirausahawan
idealnya mempunyai sifat dan karakteristik sebagai berikut:
1. Keinginan untuk
berprestasi
Keinginan
untuk berprestasi merupakan suatu sifat yang bersumber dari dalam diri seorang
wirausahawan, yang muncul karena adanya keinginan serta dorongan untuk berdaya
dalam mencapai tujuan. Seorang wirausahawan harus memiliki insting bisnis yang
strategis, mampu menghasilkan keuntungan yang besar dan cepat..
2. Keinginan untuk
bertanggung jawab
Rasa
tanggung jawab yang tinggi, menjadi hal penting yang harus dimiliki ketika
menjalankan kegiatan kewirausahaan.Sebuah komitmen terhadap suatu keputusan
yang diambil, ketika seorang wirausahawan membangun usaha, atau memutuskan untuk
menjadi wirausahawan, harus dijalankan penuh tanggung jawab
.Pertanggungjawaban
ini berlaku untuk semua hal yang berkaitan dengan berjalannya suatu usaha,
seperti tanggung jawab terhadap usaha yang sudah dibangun, tanggung jawab
terhadap sumber daya yang ada,serta tanggung jawab terhadap pengelolaan hasil
usahanya.
3. Prarasa terhadap
risiko-risiko menengah
Dalam
kegiatan kewirausahaan, pasti memiliki berbagai capaian atau tujuan yang ingin
diraih.Proses untuk mencapainya, diperlukan tahapan-tahapan perencanaan kerja
yang matang.
Perencanaan
ini disusun sebagai suatu strategi untuk menghadapi segala kendala yang muncul
ketika usaha tersebut berjalan. Dalam menyusun rencana kerja, harus dapat
diantisipasi pula resiko-resiko yang akan muncul, serta analisis terhadap
penyebab kegagalan usaha, atau tidak berkembangnya usaha.
4. Pemahaman terhadap
sebuah keberhasilan
Ketika
merumuskan tujuan kewirausahaan, pastinya harus diikuti dengan sebuah
keyakinan.Keyakinan inilah yang menjadi semangat seorang wirausahawan merasa
mampu mencapai target yang sudah direncanakan. Sebuah kepercayaan diri dan
keyakinan bahwa apa yang telah diproduksi ini merupakan sebuah produk yang
berkualitas dan dapat diterima oleh masyarakat.
5. Rangsangan oleh umpan
balik
Dalam
perjalanan suatu usaha, masukan dari berbagai pihak, sangatlah diperlukan.
Masukan tersebut berupa umpan balik, sebagai sebuah penilaian terhadap suatu
produk yang dihasilkan. Penilaian ini bisa bermacam-macam, sesuai dengan apa
yang dirasakan oleh pelanggan.
Jika
umpan balik ini berupa penilaian yang baik, maka wirausahawan dapat
mempertahankan, atau bahkan meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan.
Begitu juga, jika yang muncul adalah penilaian negatif, maka dengan cepat,
sebagai seorang wirausahawan, wajib mengevaluasi diri dan memperbaikinya, agar
sesuai dengan keinginan atau sesuai dengan selera pelanggan.
6. Aktivitas energik
Seorang
wirausahawan harus memiliki semangat yang tinggi. Hal ini dibutuhkan untuk
menunjang segala proses aktivitas usaha yang telah dibangun. Berkat semangat
yang tinggi, maka bisa membuat seorang wirausaha untuk menemukan berbagai macam
ide inovatif, sehingga mudah menemukan solusi dari suatu permasalahan.
7. Orientasi ke masa
depan
Dalam
merencanakan sebuah usaha, diharapkan tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi
harus berorientasi jauh ke depan, bukan hanya masalah waktu, tetapi juga
kecenderungan terhadap inovasi, juga kecenderungan yang sedang dibutuhkan oleh
masyarakat pada masa pandemi ini.Wawasan untuk mampu merespon peristiwa-peristiwa
yang muncul, juga harus dimiliki oleh wirausahawan.
8. Keterampilan dalam
pengorganisasian
Adanya
sistem organisasi dalam perusahaan, merupakan hal yang sangat penting. Seorang
wirausahawan diharapkan memiliki keterampilan dalam pengorganisasian perusahaan.
Meski tanpa adanya karyawan di awal. Namun dalam perkembangannya, sebuah usaha
pasti akan membutuhkan karyawan sebagai pendukung usaha ini.
Pengorganisasian
dalam perusahaan berfungsi sebagai sarana percepatan dalam mencapai target,
selain itu organisasi juga mempermudah koordinasi antar unit, pembagian tugas
dan wewenang, serta memperkecil resiko konflik internal dalam tubuh perusahaan.
9. Sikap terhadap uang
Salah
satu tolak ukur keberhasilan dalam menjalankan usaha, adalah mendapat laba
bersih yang besar. Berarti, seorang wirausahawan harus menggunakan cara-cara
yang baik dan benar untuk memperoleh keuntungan yang maksimal. Namun yang tidak
boleh dilupakan, adalah pengelolaan keuntungan ini, pastinya adalah uang.
Keuntungan
atas hasil usaha, hendaknya dikelola dengan baik. Jangan sampai,Tidak
dipungkiri bahwa keuntungan yang lebih adalah keinginan dari setiap
wirausahawan. Tetapi perlu diperhatikan juga dalam pengelolaan terhadap uang.
Jangan sampai keuntungan yang telah didapatkan disalahgunakan untuk hal-hal
yang tidak baik.
Demikian
adalah sifat sifat kewirausahaan yang tentunya bisa menunjang keberhasilan Anda
dalam menjalankan suatu usaha. Dalam perkembangannya, jenis-jenis kewirausahaan
muncul, untuk menjawab kebutuhan serta kondisi yang ada saat ini. Setiap
wirausahawan memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda, maka kita perlu
menggali wawasan lagi mengenai jenis-jenis usaha yang cocok dengan sifat dan
karakteristik masing-masing wirausahawan.
Jenis Wirausaha
Ada
setidaknya 3 jenis wirausaha yang populer di Indonesia beserta contohnya.
1. Usaha Ritel
Usaha
ritel merupakan suatu jenis usaha yang tidak pernah ada matinya. Usaha ini juga
disebut sebagai penjualan eceran secara langsung kepada konsumen. Usaha ini
boleh dibilang merupakan jenis usaha yang minim resiko, karena persaingan yang
terjadi hanya sebatas antar peritel.
Usaha
ritel yang populer saat ini adalah jaringan minimarket yang berjumlah ribuan,
dan tersebar di seluruh Indonesia. Dengan demikian, dapat dibayangkan ya,
berapa keuntungan yang diperoleh pengelolanya pada setiap tahun?
Namun,
membangun usaha ritel bukanlah hal yang mudah, dan memerlukan panduan serta
cara yang tepat agar bisa sukses. Terdapat struktur organisasi, pengelolaan
keuangan, pengawasan serta pengendalian produk, karyawan, dan masih banyak lagi
yang menjadi keberhasilan usaha ritel. Bagi Grameds yang tertarik, buku
berjudul Sukses Berbisnis Ritel merupakan pilihan yang tepat untuk memulai
mempelajari segala hal mengenai usaha ritel.
2. Startup Bisnis
Jaringan
internet saat ini bukan lagi menjadi barang mewah. Jaringan internet menjadi
kebutuhan sehari-hari. Dengan menggunakan ponsel cerdas, kita dapat melakukan
kegiatan ekonomi, atau usaha melalui ponsel kita. Inilah yang disebut sebagai
industri digital. Di masa pandemi ini, usaha melalui startup digital menjadi
metode yang paling dipilih oleh para pelaku usaha, baik pada skala rumahan,
hingga yang beromset ratusan juta rupiah per hari.
Dalam
membuat bisnis di era Industri 4.0 ini bukanlah hal yang mudah, dimana dalam
mencapai kesuksesan dari ketika mendirikan Start-up hingga melakukan berbagai
usaha untuk menjadi unicorn harus melalui berbagai proses. Pada buku berjudul
From A Startup To A Unicorn, E-Commerce And Digital Business dari M. Suyanto,
Grameds akan diberikan gambaran bagaimana cara memulai usaha tersebut.Salah
satu pelaku model usaha ini yang telah mendulang kesuksesan di Indonesia adalah
usaha yang dirintis oleh menteri pendidikan kita saat ini. Berawal dari sebuah
usaha transportasi online, kini usaha tersebut menjelma menjadi platform yang
menyediakan banyak layanan bagi masyarakat.
Sebagai
contohnya, platform GO-JEK yang didirikan pada tahun 2011 oleh Nadiem Makarim
memulai usahanya dari pebisnis Start-up hingga saat ini, GO-JEK mampu mencapai
level unicorn, serta Nadiem Makarim sendiri yang mampu berkembang dari pemilik
bisnis dan sekarang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Jika
Grameds tertarik untuk memahami lebih dalam cerita kesuksesan Nadiem Makarim,
buku Nadiem Makarim: Dari Pebisnis Start Up Level Unicorn Hingga Melenggang Ke
Istana dari Andhika Bayangkara dapat menjadi pilihan yang tepat
3. Industri Kreatif
Pemerintah,
dalam beberapa tahun terakhir ini mendorong kaum muda yang memiliki
kreativitas, agar dapat memberi sumbangsih dalam industri kreatif di Indonesia.
Industri ini murni hanya mengandalkan kreativitas anak-anak muda yang mampu
menjawab peluang yang berkembang sesuai dengan keinginan pasar.
Komentar
Posting Komentar