Panduan Wawancara Field Trip Penjualan Olahan Makanan Khas Kudus P5 kegiatan 4 SMP 2 DAWE

 

Pengertian Wawancara

Wawancara adalah sebuah aktivitas percakapan yang dilakukan oleh dua orang ataupun lebih antara pewawancara dan narasumber. Tujuannya yaitu untuk mengumpulkan data-data penting berupa sebuah informasi.

Sebabnya, wawancara juga biasa dikenal sebagai salah satu teknik atau metode pengumpulan data dalam penelitian.

Secara bahasa, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wawancara diartikan sebagai kegiatan tanya jawab dengan seseorang yang dibutuhkan untuk dimintai pendapat atau keterangannya mengenai sebuah hal dengan tujuan untuk dimuat dalam koran, disiarkan dalam radio, maupun ditayangkan di televisi.

Ada banyak ahli yang mencoba mendefinisikan apa itu wawancara. Salah satunya adalah Lexy J Moleong, menurutnya wawancara merupakan sebuah percakapan yang dilakukan dengan maksud atau tujuan tertentu.

Dimana pewawancara atau peneliti akan berhadapan secara face-to-face dengan responden (narasumber) agar mendapatkan data secara lisan.

Kemudian, pendapat dari Anas Sudjiwo mengemukakan bahwa wawancara adalah sebuah cara untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan tanya jawab lisan secara sepihak, face to face dengan arah dan tujuan yang telah ditentukan di awal.

Fungsi Wawancara

Wawancara memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  1. Untuk mendapatkan sebuah data secara langsung yang dapat menjelaskan suatu hal, kondisi, dan situasi tertentu.
  2. Untuk menghindari kesalahan atau kesimpangsiuran sebuah informasi.
  3. Untuk mendapatkan informasi dengan cara yang komprehensif, jujur, akurat, sekaligus mendalam.
  4. Untuk mendapatkan sebuah informasi atau data yang bersifat objektif dan berimbang.
  5. Untuk menggali perspektif baru mengenai suatu masalah atau peristiwa.

Bagaimana Cara Membuat Pertanyaan Wawancara?

Wawancara tidak boleh dilakukan secara sembarangan, kamu harus mendapatkan informasi yang akurat dan optimal.

Nah, agar kamu bisa mendapatkan informasi yang maksimal dari para pedagang yang kamu wawancarai, kamu harus membuat pertanyaan-pertanyaan wawancara dengan efektif mengikut beberapa tips berikut ini.

1. Tentukan Tujuan Dari Wawancara 

Pertama, kamu harus menentukan tujuan dari wawancara yang akan kamu lakukan nantinya. Setiap tujuan tentu akan memiliki jenis pertanyaan yang berbeda-beda.

Jadi, sedari awal, kamu harus tahu wawancara akan dibawa kemana. Apakah untuk menggali informasi, untuk mengajak audience bertindak, maupun yang lainnya.

2. Susun Daftar Pertanyaan Wawancara Dari yang Umum Hingga Spesifik

Setelah menentukan tujuan wawancara, hal kedua yang perlu kamu lakukan adalah mulai membuat daftar pertanyaan wawancara apa saja yang akan diajukan nantinya.

Untuk menyusunnya, kamu harus menyesuaikan dengan tujuan tadi.

Selain itu, untuk memudahkan kamu mendapatkan jawaban yang lebih spesifik, kamu dapat menyusun pertanyaan dari yang umum terlebih dahulu kemudian spesifik.

3. Usahakan Untuk Selalu Menggunakan Pertanyaan Terbuka

Ketiga, selain membuat pertanyaan dari yang umum ke spesifik, kamu juga harus menggunakan jenis pertanyaan yang sifatnya terbuka agar mendapatkan jawaban yang jauh lebih rinci.

Dalam hal ini, kamu dapat menggunakan pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana” agar jawaban yang didapatkan tidak hanya “ya” atau “tidak”.

Namun, kamu juga dapat menggunakan jenis pertanyaan lain jika memang diperlukan.

4. Sesuaikan Pertanyaan yang Akan Diajukan Dengan Narasumber

Terakhir, agar jawaban atau informasi yang didapatkan tetap relevan dan bermanfaat. Usahakan untuk selalu membuat pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan narasumber.

Jika kamu mewawancarai pedagang maka selesaikanlah dengan profesi mereka, begitu juga dengan narasumber-narasumber yang lainnya.

Daftar Contoh Pertanyaan Wawancara Kegiatan Ekonomi Dengan Pedagang

  1. Siapa nama ibu/bapak?
  2. Sudah berapa lama ibu/bapak bekerja sebagai pedagang?
  3. Selain di tempat ini, adakah tempat lain untuk Ibu/Bapak berjualan?
  4. Mengapa ibu/bapak memilih bekerja sebagai pedagang?
  5. Dari pukul berapa biasanya ibu/bapak mulai berdagang?
  6. Barang apa saja yang ibu/bapak dagangkan?
  7. Berapa modal ibu/bapak untuk berdagang?
  8. Secara umum, berapa keuntungan yang ibu/bapak dapatkah dalam sehari?
  9. Berapa keuntungan terkecil yang pernah ibu/bapak dapatkan selama berdagang?
  10. Apakah hasil tersebut sudah cukup untuk kebutuhan sehari – hari ibu/bapak?
  11. Adakah cara lain yang terpikir untuk meningkatkan penghasilan dari berdagang?
  12. Apakah ibu/bapak pernah mengalami kerugian selama berdagang?
  13. Apakah bapak memiliki karyawan yang membantu bapak berdagang?
  14. Siapa saja yang membantu bapak untuk berdagang?
  15. Bagaimana cara bapak untuk menarik perhatian konsumen?
  16. Apa yang ibu/bapak lakukan agar para pelanggan selalu merasa puas?
  17. Apa yang ibu/bapak lakukan jika terjadi kenaikan harga pada bahan dasar dagangan bapak?
  18. Adakah suka duka yang ibu/bapak alami selama berdagang? Kalau ada, apa saja?
  19. Apa harapan atau keinginan bapak setelah berdagang dalam kurun waktu selama ini?
Contoh hasil wawancara penjualan di kota Kudus

Pada era milenial seperti ini, tepatnya di Kabupaten Kudus terdapat makanan yang menjadi daya Tarik sendiri oleh masyarakat kudus terutama para pemuda milenial, tepatnya di Gor Kudus banyak sekali penjual yang menjual Jagungan (jagung bakar).

Menurut Sari (20) salah satu pembeli yang berada di warung jagung bakar gor kudus mengatakan bahwa jagung bakar di kudus memiliki keunikan sendiri dalam penyajiannya maupun bumbu-bumbunya hal itu yang menjadikan jagung bakar jadul ini menjadi hitz di era milenal.

"Saya memilih jagung bakar ini, karena unik. Sebelumnya jagung bakar itukan makanan jadul yang kurang diminati anak muda, nah di sini jagung bakarnya tuh di kerkreasikan dengan jajanan anak milenial hal itu yang menjadikan daya tarik tersendiri dari jagungan ini". Tegas Sari pada minggu sore (9/01/22).


Pedagang jagung bakar Marni (50) yang beralamatkan di Desa Melati Kidul mengaku bahwa dulunya berjualan jagung bakar saja tetapi berhubung sepi akhirnya Marni memiliki ide mengombinasikan makanan jadul dengan makanan milenial dengan menambahkan bumbu kecap spesial yang diraciknya.

"Dulu awalnya saya cuman jualan jagung bakar saja mbak, tetapi sepi pembeli, lalu saya mempunyai ide jualan dengan mengombinasikan jagung bakar dengan jajanan anak muda sekarang dan saya menambahkan bumbu kecap yang saya racik sendiri lalu menambahkan kerupuk di atasnya". Ungkap Marni (9/10/22)

Marni juga mengaku bahwa dia berjualan sudah lebih dari 15 tahun di Gor Kudus, dan dulu pernah bekerja di salah satu PT besar yang berada di Kudus tetapi dari situ dia berpikir bahwa dia tidak suka berada di bawah tangan seseorang akirnya dia memutusakan membuat usaha sendiri. 




"Saya berharap semoga usaha saya dilancarkan, dilariskan dan tambah berkembang banyak diminati para kalangan, saya juga berharap mempunyai tempat berdagang yang lebih besar dan ada wifinya, biar pembelinya nyaman" Ucap Marni. (Red/SMU) 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Struktur Fisik dan Batin Puisi "Hujan Bulan Juni"

Strategi Labeling, Packaging Dan Marketing Produk Hasil Industri Rumah Tangga

Koneksi Antar Materi Modul 3.1 “Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin”