UMKM Projek P5 Kegiatan 2 SMP 2 Dawe

 

Pengertian UMKM 

UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Pada dasarnya, UMKM adalah arti usaha atau bisnis yang dilakukan oleh individu, kelompok, badan usaha kecil, maupun rumah tangga. Indonesia sebagai negara berkembang menjadikan UMKM sebagai pondasi utama sektor perekonomian masyarakat, hal ini dilakukan untuk mendorong kemampuan kemandirian dalam berkembang pada masyarakat khsusunya dalam sektor ekonomi.

Perkembangan UMKM di Indonesia terus meningkat dari segi kualitasnya, hal ini dikarenakan dukungan kuat dari pemerintah dalam pengembangan yang dilakukan kepada para pegiat usaha UMKM, yang mana hal tersebut sangat penting dalam mengantisipasi kondisi perekonomian ke depan serta menjaga dan memperkuat struktur perekonomian nasional.

Dengan adanya revolusi digital 4.0, mebuat banyak perubahan kepada UMKM dimana adanya pergeseran gaya belanja konsumen dari offline ke online. Oleh sebab itu, sangat penting bagi calon UMKM atau wirausaha skala UMKM memiliki wawasan yang cukup. Pelajari hal tersebut melalui buku UMKM 4.0 dibawah ini.

Kriteria UMKM

Ada beberapa kriteria-kriteria tertentu supaya sebuah usaha dapat dikatakan sebagai UMKM, berikut ini adalah penjelasannya:

1. Usaha Mikro

Sebuah usaha bisa dikatakan sebagai UMKM bila memiliki keuntungan dari usahanya sebesar Rp. 300.000.000, dan memiliki aset atau kekayaan bersih minimal sebanyak Rp. 50.000.000. Kriteria dalam UMKM adalah sebuah usaha yang dimiliki oleh suatu lembaga atau badan usaha, atau perseorangan.

2. Usaha Kecil

Usaha kecil adalah usaha yang memiliki pendapatan atau keuntungan dengan jumlah yang lebih kecil.  Hasil keuntungan dari penjualan yang masuk kategori usaha kecil ini berkisar dari angka Rp. 300.000.000 sampai dengan Rp. 2.500.000.000.

3. Usaha Menengah

Usaha menengah adalah usaha yang dijalankan oleh seseorang, lembaga, atau kelompok yang berpatokan dengan peraturan UU. Untuk dapat disebut sebagai usaha menengah, terdapat dua ciri-ciri. Pertama, usaha menengah memiliki keuntungan dari usahanya sebesar Rp. 2.500.000.000 sampai dengan RP. 50.000.000.000 dalam satu tahun. Sementara kekayaan bersih yang dimiliki oleh usaha menengah adalah sebesar Rp. 500.000.000 dalam satu tahun.

Undang-undang yang Mengatur UMKM

Secara lebih jelas, pengertian UMKM diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM, disebutkan bahwa pengertian UMKM didefinisikan sesuai dengan jenis usahanya, yaitu:

  • Usaha Mikro
    Usaha Mikro merupakan usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UU tersebut.
  • Usaha Kecil
    Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut.
  • Usaha Menengah
    Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam UU tersebut.
  • Usaha Besar
    Usaha Besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari Usaha Menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia.

Dalam Undang-Undang ini juga mengatur beragam aspek terkait UMKM, seperti asas dan ujuan serta prinsip dan pemberdayaannya. Asas dan tujuannya yaitu bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah berasaskan:

  • Kekeluargaan
  • Kemandirian
  • Demokrasi ekonomi
  • Kebersamaan
  • Berkelanjutan
  • Berwawasan lingkungan
  • Keseimbangan kemajuan
  • Efisiensi berkeadilan
  • Kesatuan ekonomi nasional.

Di Indonesia prinsip pemberdayaan dan tujuan pemberdayaan UMKM juga diatur sebagai berikut:

  • Penumbuhan kemandirian, kebersamaan, dan kewirausahaan UMKM untuk berkarya dengan prakarsa sendiri
  • Pengembangan usaha yang berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar
  • Perwujudan kebijakan publik yang transparan, akuntabel dan berkeadilan
  • Peningkatan daya saing UMKM
  • Penyelenggaraan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian secara terpadu

Kelima hal tersebut dijadikan sebagai prinsip dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM yang dilakukan sebagai tujuan untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan. Hal lain juga untuk mengembangkan kemampuan UMKM menjadi usaha yang Tangguh dan mandiri, serta meningkatkan peran Usaha Mikro, Kecil, Menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbuhan ekonomi, dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

Peran UMKM dalam Perekonomian di Indonesia

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sebagai salah satu sektor ekonomi terbesar yang ada di Indonesia tentu memiliki peran yang besar dan penting dalam sektor perekonomian di Indonesia.

UMKM dapat dikatakan berperan sebagai penyedia sarana pemerataan tingkat ekonomi rakyat kecil, hal ini dikarenakan UMKM berada di berbagai tempat yang juga menjangkau berbagai daerah yang bisa membantu meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat desa. Dengan banyaknya aspek penting yang terkait UMKM di Indonesia, sangat penting untuk memiliki pemahaman lebih lanjut mengenai hal tersebut. 

Kemudian UMKM juga secara tidak langsung berperan dalam mengatasi masalah kemiskinan yang belum hilang dari Indonesia. Merupakan hal yang tidak mudah bagi Indonesia sebagai negara berkembang untuk meningkatkan kualitas pembangunan sektor ekonomi. Oleh karena itu, UMKM menjadi salah satu jawaban dalam mengentas kemiskinan karena dapat menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi.

Selain itu, UMKM juga berperan dalam perluasan kesempatan kerja. Seiring dengan terus meningkatnya angka penduduk di Indonesia, UMKM menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas individu. Selain dapat menyerap tenaga kerja, UMKM bisa menjadi pendorong bagi masyarakat lain untuk ikut bersaing sehingga menciptakan usaha dan peluang baru bagi masyarakat lain.

UMKM DI KOTA KUDUS

Bordir Klasik Kudus : “Bordir Dahlia”

Bordir klasik yang banyak diminati yang ada di Kota Kudus salah satunya adalah Bordir Dahlia yang dimiliki oleh Ibu Hj. Sa’adah yang beralamtkan di Karangmalang Rt. 04 Rw. 2. Border yang dikerjakan ini adalah border dengan kualitas yang tinggi. Karena dikerjakan dengan mesin jahit kuno berwarna hitam. Alasan pemilihan mesin kuno tersebut adalah untuk dapat melestarikan penggunaan mesin tersebut, serta hasil produksinya akan terlihat lebih bagus meskipun memakan waktu yang lama.

Usaha ini memiliki karyawan lebih dari 50, akan tetapi bagi para karyawan yang menjahit maupun border kebnayakan berada di rumah atau di kerjakan di rumah. Produk yang dihasilkan biasanya di jual ke Jakarta. Dan juga melalui pameran ke Bandung, Jakarta dan Luar Jawa pun pernah. Untuk pematokan harga paling murah di bandrol dengan harga Rp. 175.000,- sampai dengan paling tinggi seharga Rp. 3.500.000,-.

Beliau sangat menjaga hasil karyanya agar tidak di jiplak oleh orang-orang. Maka dari itu disini penulis tidak dapat menunjukkan hasil karya klasik dari border Dahlia ini. jika anda penasaran bagaimana karya dari Bordir Dahlia ini, silahkan mampir ke Kudus dan berbelanja di Bordir Dahlia.

Berikut foto saya dengan pemilik serta Shorum dari Bordir Dahlia :

IMG_20160716_094139_1

IMG_20160716_095346_1



Usaha produksi Oleh-oleh makanan Khas Kota Kudus: Jenang Muria dengan sejuta rasa


Makanan khas Kudus, kita akan menjumpai yang namanya “jenang kudus”. Biasanya oleh-oleh yang sering di cari oleh wisatawan dari luar kota kudus yang berkunjung ke kota kudus. Dalam tulisan ini penulis akan mengenalkan mengenai salah satu usaha jenang ternama di Kudus. Yaitu Jenang Muria. Disini anda dapat menemukan berbagai varian rasa jenang, mulai dari yang original yaitu wijen , ketan hitam, nangka, durian, moca, keju hingga lapis coklat yang tentunya rasanya tidak ada duanya.

Berdiri di tahun 1982. Dan merupakan usaha turun temurun dari orang tua dari Bapak Kusdi selaku pemilik samapai pada sekarang ini. beliau bertekad untuk tetap mempertahankan usaha jenang ini karena dirasa prospek kedepan sangatlah cerah dan akan tetap di cari oleh para wisatawan, termasuk warga dalam kota kudus sendiri yang menyukai jenang ini.

Dengan karyawan sebanyak 25 orang, Pak Kusdi dapat menghasilkan 2 sampai 8 kuintal per hari. Paling ramai pesanan biasanya pada akhir puasa awal lebaran. Dan sepi dialami pada setelah lebaran. Namun bulan besar dan syura akan mengalami kenaikan penjualan kembali. Pada hari-hari biasa produk akan di jual ke luar kota, akan tetapi jika ramai produk tidak di jual ke luar kota karena pada saat ramai hamper kekurangan stok.  Dengan memtok harga untuk produk yang paling murah seharga Rp. 26.000,- dan yang paling tinggi adalah jenang special lapis coklat seharga Rp. 60.000,-

Kendala terdapat pada tenaga kerja, khususnya pada bagian pembungkus. Pada saat ramai bisa saja para pembungkus lembur dengan membawa pekerjaannya kerumah dan jika ada yang mau tetangganya boleh ikut bekerja. Serta para pesaing yang menjual produk jenang dengan harga murah. Namun demikian beliau tidak tergiur untuk menurunkan harga. Yang terpenting baginya adalah kualitas dari produk yang dihasilkan tetap tinggi, meskipun harus menaikkan harga.

Berikut gambar dari produk serta took dari Jenang Muria ini

IMG_20160716_092628

IMG_20160716_092517

 


UKM PELESTARI BATIK KUDUS : Batik Alfa shoofa


IMG_20160716_115216

IMG_20160716_115336

IMG_20160716_115608

IMG_20160716_115628

IMG_20160716_120203

IMG_20160716_120310

IMG_20160716_120327

gambar di atas merupakan foto penulis dengan Bu Ummu selaku pemilik serta proses pembuatan dan galery yang dimiliki.

Berawal dari belajar dimulai dari bulan mei 2008, Bu Ummu ini bertekad untuk melestarikan batik Kota Kudus. Dan pada bulan berikutnya yaitu Juni 2008 beliau telah dapat mendirikan usaha dan memproduksi batik dengan ciri khas Kota Kudus. Dalam pembuatannya beliau rasa harus mengerti maksud dari yang dibuat sebelum membuatnya. Jadi pembatik haruslah tau maksud dari apa yang telah di batik tersebut.

Warga negara Malaysia juga pernah membeli dan memakai hasil karya dari Bu Ummu ini. Produk yang dihasilkan ada batik tulis maupun cetak. Banyak pengusaha batik lain yang cukup heran denagn karya yang telah di buat oleh Bu Ummu ini. dikarenakan beliau brani dan bisa membuat motif atau pola yang cukup rumit. Maka tidak heran jika took yang terletak di Jl. Raya Barat Gribig Kudus ini banyak dikunjungi oleh tamu-tamu penting pemerintahan serta para kolektor yang menyukai hasil karya dari Bu Ummu yang sangat bagus nan klasik.

Usaha yang bagus tersebut juga tidak kalah penting mendapatkan dukungan sumber daya manusia dari para karyawannya. Hal tersebutlah yang masih menjadi kendala. Sumberdaya yang kurang. Karena usaha tersebut juga memerlukan para karyawan yang kompeten dan cekatan. Akan tetapi tidak sedikit juga karyawan dari usaha ini yang telah menghasilkan batik klasik nan megah.

Untuk harga paling murah yang di bandrol untuk batik yang dihasilkana adalah seharga Rp. 85.000,-, dan yang paling mahal adalah batik tulis sarimbitan dapat mencapai nilai Rp. 3.500.000,-. Untuk pembelinya sendiri terbilang konstan atau ajeg tidak terlalu ramai maupun sepi seperti itu. Akan tetapi memang diakui musim sebelum lebaran sangat berpengaruh terhadap penjualan. Namun beliau juga memiliki impian untuk dapat menjaga dan melestarikan batik Kudus. Maka dari itu beliau mendirikan usaha tersebut dan akan tetap berinovasi dan berkarya.

DIPOSKAN PADAUMKM DI KOTA KUDUS

Usaha prospek bagus, Tahu kesukaan banyak orang

Pabrik tahu yang bangkrut dan kemudian dibelilah oleh Ibu Sri ini pada tahun 2002, sekarang ini telah menjadi pabrik tempe yang cukup besar. Usaha yang terletak di Desa Klisat Kec. Kaliwungu, Kudus. Kenapa beliau memilih membeli pabrik yang sudah bangkrut ini adalah melihat bahwa prospek kedepannya sangatlah bagus. Dikarenakan tahu adalah makanan hamper setiap hari. Dan pabrik ini produksi setiap harinya.

Per harinya dapat mennghasilkan 2 kwintal tahu. Sebenarnya tahu ini bisa juga dibilang tidak musiman karena tidak beda jauh pada hari-hari biasa. Biasanya yang agak ramai itu pada bulan menjelang puasa dan sehabis lebaran. Harga jualnya Rp. 22.000,- per cetakaannya. Dengan sekitar 20 bakul atau distributor yang dimilikinaya. Tahu tidak pernah sisa, karena sistemnya adalah pesanan. Dengan hanya 6 karyawan yang dimiliki.

Menurutnya usahanya tergantung dari banyak sedikitnya bakul yang datang memesan untuk membeli. Semakin banyak semakin bagus dan lancer usahanya. Akan tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas yang bagus. Kendala sendiri tidak dirasakan oleh pemilik usaha tahu ini. dikarenakan dari mulai bahan baku juga lancer dalam pemenuhannya. Ampas sisa dalam pembuatan tahu ini akan dibuat tempe gembus maupun di jual untuk pakan hewan. Jadi semua dapat dimanfaatkan. Begitu menguntungkannya usaha ini.

Namun terdapat masalah dalam benak para karyawannya, mereka mengeluhkan pekerjaan yang berat. Dan berharap anak cucu mereka tidak ada yang meniru jejaknya jadi pembuat tahu. Meskipun begitu tidak berkurang juga niat penulis maupun pembaca untuk memiliki pengetahuan dalam proses pembuatannya yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata jika ingin mengelola usaha tahu ini atau sekedar sebagai pengetahuan.

berikut adalah proses dari pembuatan tahu

IMG_20160716_133839_1

IMG_20160716_133913_1

IMG_20160716_133945_1

IMG_20160716_134050_1

IMG_20160716_134207_1

IMG_20160716_134219_1

IMG_20160716_135753

IMG_20160716_135826

IMG_20160716_135943

DIPOSKAN PADAUMKM DI KOTA KUDUS

Pengrajin Pisau di Kudus daerah Timur


Usaha pembuatan pisau sudah sangat terkenal di Kota Kudus. Utamanya di daerah timur, yaitu Kecamatan Jekulo. Kali ini penulis mengunjungi kediaman Bapak Mugianto di Desa Tenggeles. Beliau memulai usahanya pada tahun 2004. Motivasi dalam menjalankan usaha ini adalah dirasa pisau ini memiliki prospek yang sangat bagus untuk kedepannya.

Produk yang dihasilkan hanyalah pisau stainleestill. Dengan harga termurah Rp. 10.000,- hingga Rp. 105.000,-. Diakui bapak ini bahwa persaingan ada, akan tetapi tidak membuatnya khawatir. Dikarenakan pelanggan yang membutuhkan pisau terus berdatangan. Sampai pada kota Purwokerto, maupun luar Jawa. Per harinya bisa memproduksi 100 kodi pisau. Baginya tidak ada musim sepi dan ramai. Karena sama saja dirasanya.

Beliau mengaku kekurangan SDM dan Modal dalam menjalankan usahanya serta dalam meningkatkan produktifitas agar usahanya dapat maju dan berkembang. Beliau mengharapkan adanya bantuan alat dari pemerintah agar bisa meningkatkan produksinya

IMG_20160716_151001_1

IMG_20160716_151017_1

IMG_20160716_151305_1

IMG_20160716_151730_1

DIPOSKAN PADAUMKM DI KOTA KUDUS

As-Syifa Kudus, Konveksi Padurenan

Diposkan pada 16 Juli 2016

2002 memulai usaha konveksi ini, bapak Muri yang telah memiliki darah usaha konveksi dari orang tuanya. Dengan motivasi yang tinggi untuk dapat maju dan sukses dengan usaha ini. namun seiring berjalannya waktu, banyak pengusaha konveksi di daerah sekitar. Yang mengakibatkan ketatnya persaingan yang ada. Namun hal tersebut tidak menyiutkan nyali bapak ini untuk tetap melanjutkan usahanya ini. usaha ini terletak di Desa Padurenan Rt. 06, Rw 03, Kec. Gebog, Kab. Kudus.

produk yang dihasilkan adalah utamanya baju koko, baik anak-anak sampai dewasa. Dengan harga termurah Rp. 15.000,- dan yang Paling mahal anatar Rp. 36.000 – Rp. 40.000 an. Biasanya produk akan di pasarkan ke luar kota seperti Malang, dan dalam kota seperti pasar kliwon. Dengan mengikuti permintaan pasar beliau juga menambah dengan membuat seragam sekolah saat musim-musim pergantian tahun ajaran. Dengan dibantu ke 25 karyawan yang dimilikinya.

Baginya untung sedikit taka pa, asalakan barang laku terjual. Agar modal cepat berputar. Kendala dalam usaha ini adalah SDM yang kurang termotivasi untuk maju dan produktif serta modal yang dimiliki.

IMG_20160716_165912_1

IMG_20160716_170107_1

IMG_20160716_170226_1

DIPOSKAN PADAUMKM DI KOTA KUDUS

Bank Sampah, berkahnya Double double

Diposkan pada 16 Juli 2016

Sampah terutamanya sampah plastic yang tidak mudah terurai bukanlah hal yang harus kita biarkan tetap menumpuk, membusuk dan susah terurai. Seperti yang telah dilakukan rombongan ibu PKK di daerah jati Kulon Rt. 03 Rw 02. Didirikanlah Bank Sampah dan dikelola bersama oleh ibu pkk. Perintisan awal di mulai tahun 2012. Akan tetapi pada awal itu masih banyak yang menyepelekan dan memandang sebelah mata atas usaha yang dilakukan oleh bu Sri Setuni. Banyak hal yang telah diupayakan untuk menggerakkan ibu-ibu pkk, studi banding ke PKK muria indah juga telah dilakukan akan tetapi hasilnya pun nihil.

Namun perjuangan tak ada yang sia-sia. Di akhir tahun 2013 usaha ini mulai terlihat dan awal 2014 sudah mendapatkan tempat untuk mengolah sampah-sampah. Kelompok PKK ini di isi oleh 5 anggota kelompok tetapi yang aktif untuk memproduksi hanya 5 orang saja. Kelompok PKK ini juga pernah mengikuti salah satu lomba yang diselenggarakan di Kota Semarang dan pulang membawa Piala juara 1, dan juga barang yang berkurang karena telah laku terjual di pameran tersebut.

Produk yang dihasilkan mulai dari bros, tas kecil, besar, tas laundry, dompet, tempat pensil, piringan tempat buah, tempat gelas dan masih banyak lagi. Sampah yang digunakan juga bervasiasi, mulai dari bungkus kopi, minuman kemasan, kardus. Satu tas bisa menghabiskan sampai 500 bungkus kopi. nah betapa bermanfaatnya usaha ini. bisa dibayangkan bila 500 bungkus sampah ini di biarkan tergeletak menumpuk mencemari dan merusak lingkungan kita yang indah ini. untuk harga yang di patok mulai dengan harga Rp. 2.500,- untuk bros dan harga paling tinggi adalah Rp. 150.000,-. Beliau mematok harga berdasarkan banyaknya bungkus yang diperlukan serta tingkat kesulitan dalam memperoleh sampah tersebut. sampah beliau peroleh dari bank sampah maupun dari para penjual yang mau mengumpulkan sampah mereka. 100 bungkus kopi yang telah dipotongi rapi akan di bayar Rp. 2.000, dan yang masih campur perkg nya akan dibeli seharga Rp. 10.000,-.

Warga negara Belanda merupakan pelanggan terjauh yang dimiliki yang pernah memesan tas dari kelompok pkk ini. tak jarang juga warga sekitar maupun warga dalam negeri termasuk papua juga memesan, hal tersebut dapat terjadi dikarenakan beliau memasarkan produknya di media sosial seperti facebook dan bbm.Dari hal tersebut, hatinya semakin tergerak untuk bisa mengelola sampah dan membuat produk yang dihasilkan bisa ekspor ke luar negeri. Dari hal tersebut banyak hal yang akan di dapatkan, tidak hanya penghasilan akan tetapi tumpukan-tumpukan sampah yang merusak lingkungan juga akan semakin berkurang.

Keunggulan tas ini juga ada pada kualitasnya yaitu anti air, motifnya pun tidak terlihat jika itu sampah

Pengelola Bank sampah serta produk yang dihasilkan

IMG_20160716_182556

IMG_20160716_182600

IMG-20160716-WA0001

DIPOSKAN PADAUMKM DI KOTA KUDUS

ferline school bag’s Kudus

Diposkan pada 16 Juli 2016

2007 adalah tahun awal dimana pemilik mendirikan usaha tas ini. berangkat dengan niat dan motivasi yang tinggi akan keberhasilan usaha yang didirikannya, pada akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Dimana usaha ini telah mampu mengirimkan hasil produksinya ke berbagai daerah yang berada di provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan juga sampai ke Luar Jawa. Alasan memilih usaha tas, dikarenakan mengenal usaha adalah usaha tas. Berpandangan bahwa usaha tas adalah usaha yang menjanjikan dan sangat cerah di masa mendatang. Merk yang pasang untuk produk yang di hasilkan adalah Abuge, dimana telah memiliki hak cipta, serta ada juga Ferlin dan Rudal.

Hasil Produksi Tas

Merk Tas

Proses pemotongan pola di Pabrik Pusat

tempat pembuatan tas setengah jadi

Pabrik yang berpusat di daerah Jati Rt. 01 Rw. 03 Kudus ini telah dapat menghasilkan 50 lusin per harinya. Hal tersebut juga di bantu dengan banyaknya karyawan yang dimiliki yaitu sekitar 100 lebih karyawan yang dipekerjakan. Ada karyawan pria hingga wanita. Produksi juga di lakukan di beberapa tempat, yaitu ada di 4 tempat di undaan, karanganyar dan juga mejobo. Dalam melakukan produksi, usaha ini menggunakan system garmen. Dimana sistemnya adalah pusat hanya menyediakan bahan baku dan barang setengah jadi, atau kain-kain yang telah di potong i. kemudian dikirimlah barang setengah jadi tersebut kadang juga langsung mengirim bahan baku ke tempat-tempat usaha yang didirikan juga di undaan, karanganyar (Demak) dan juga Mejobo. Pabrik yang didirikan tersebut yang terdapat di luar pusat, bertugas untuk memproduksi tas, jadi hanya memproduksi tidak berwenang untuk menjual. Dikarenakan barang yang telah jadi akan dikirimkan kembali ke pabrik pusat atau yang berada di desa Jati ini.

Tas sekolah untuk anak SD sampai kuliah pun di produksi disini. Harga yang di patok untuk tas yang paling murah adalah seharga Rp. 30.000,- dan untuk harga paling tinggi yang di jual adalah seharga Rp. 70.000,-. Dikarenakan tas merupakan bukan barang yang sekali pakai, maka penjualanpun akan mengalami masa dimana paling ramai, biasa saja dan penjualan rendah. Musim ramai akan dialami ketika musim pergantian tahun ajaran, dan yang paling sepi akan di mulai pada bulan September sampai Oktober. Selain waktu tersebut penjualan dapat normal.

Top of Form

Bottom of Form

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Struktur Fisik dan Batin Puisi "Hujan Bulan Juni"

Strategi Labeling, Packaging Dan Marketing Produk Hasil Industri Rumah Tangga

Koneksi Antar Materi Modul 3.1 “Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin”